Trenggalek Bersholawat

Sekitar lima puluh ribu orang menjejali lapangan Kecamatan Gandusari, Trenggalek. Mereka merupakan pecinta Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf atau kerap disebut Syecher. Para Syecher ini tak hanya datang dari Trenggalek, tapi juga dari Tulungagung dan Kediri.
Gemuruh lantunan sholawat menggema membikin Haul Al Habib Abdullah bin Alwi yang diadakan Pondok Pesantren Sulaiman, Balqis Coorporation dan Majalah LIFESTYLE ini kian khidmad. Acara lebih lengkap dengan pertunjukan dua penari sema yang mengiringi.
Sebelum memulai sholawat, Habib Seych sempat menyampaikan tausiyahnya. Di antaranya, setiap umat Islam harus selalu meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Caranya dengan meneladani sifat-sifat beliau yang termaktub dalam Sunah Rasul.
Selain itu, kyai kharismatik asal Solo ini juga mengungkapkan pentingnya saling menghargai antar sesama. Serta karakter pemimpin yang harus dapat menjadi teladan. Dicontohkan, tukang sapu pada sebuah perusahaan sama penting dengan para pemimpinnya.
“Kalau ada satu tukang sapu yang tidak beres, di-sepelekan, perusahaan itu akan hancur. Jangan menganggap pekerjaan itu pekerjaan orang lain. Satu sama lain saling mengingatkan karena Allah SWT,” tuturnya.
Di samping itu, Habib Syech pun menggambarkan persoalan Indonesia. Salah satunya, masalah korupsi yang menjerat para pimpinan negeri ini. Menurutnya, jika ada pejabat melakukan korupsi, yang paling menderita dan menjadi korban adalah rakyat.
“Jika ingin menjadi orang yang baik, kita juga harus berusaha. Selain menjadi orang yang baik, kita juga harus menjadi bangsa yang baik. Allah tidak menyuruh untuk berkorban sesuatu yang berat pada diri kita, melainkan yang sedikit saja yang ada pada diri kita. Terlebih berkorban untuk bangsa. Secara sederhana, yakni dengan cara bersyukur, baik gaji sedikit maupun gaji banyak,” tandas Habib Syech. ***

Share Button

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Refresh Image

*

You may use these HTML tags and attributes: