Menuju 10 Besar Koperasi Kredit Indonesia

Untuk terus bertFotoumbuh dan berkembang, koperasi harus selalu berinovasi, berkreasi serta mempunyai program peningkatan SDM untuk menghadapi persaingan di era global.
Pada 12 Juli lalu, koperasi Indonesia berusia 66 tahun. Sayangnya, meski pertumbuhan jumlah koperasi cukup banyak, tetapi yang mati suri dan bahkan gulung tikar. Demikian diungkapkan Ketua Kopdit CU Harapan Kita Belawan, Robinson Nainggolan, SE.
Menurut peraih penghargaan tokoh Penggerak Koperasi Indonesia 2013 ini, meski begitu,  ia menilai secara umum koperasi telah bisa meningkatkan kesejahteraan anggota. “Untuk terus tumbuh dan berkembang, koperasi harus mempunyai inovasi dan kreasi serta mempunyai program-program kedepan yang jelas dan meningkatkan SDM pengurusnya dalam rangka menghadapi persaingan di era kemajuan IT dan era global.”
Seperti di Kopdit CU Harapan Kita, mempunyai program yang fokus pada Simpan-Pinjam, sehingga yang dilakukan adalah inovasi Simpan-Pinjam. Ada dua jenis, yaitu Simpanan Saham dan Simpanan Non Saham.
“Untuk Simpanan Saham,  selama menjadi anggota, saham tidak boleh ditarik, kecuali keluar dan atau meninggal. Simpanan ini dilindungi oleh Dana Perlindungan Bersama (Daperma) yang dikelola oleh Koperasi Sekunder Induk Koperasi Kredit di Jakarta. Simpanan anggota ini sampai umur 1-54 tahun dan dilindungi 100% atau simpanan kepemilikan sebagai anggota (saham) akan disantuni oleh Inkopdit sebesar simpanan saham anggota yang ada di Kopdit CU Harapan Kita. Untuk perlindungan simpanan anggota Kopdit membayar premi.”
Sedangkan simpanan non saham, adalah simpanan yang ditentukan besarnya bunga dan dapat ditarik seperti Sisuka (Simpanan Sukarela Berjangka), bunganya 0,8 %. Sisuka ini berjangka 3 bulan, 6 bulan 12 bulan minimal Rp. 1 juta. Kemudian Sipendik (Simpanan Pendidikan, bunganya 0,7%/bulan. Sihara (Simpanan Hari Raya) bunganya 0,7%/bulan, Sirumah (Simpanan Perumahan) bunga 0,7%/bulan dan Sibuhar (Simpanan Bunga Harian) bunga 0,017% per hari,” ujar pria kelahiran Nainggolan, 17 Oktober 1974 ini.
Tentang produk koperasinya lebih jauh dijelaskan, antara lain Pinjaman Produktif. Pinjaman ini ditujukan untuk usaha atau bisnis. Pinjaman Kesejahteraan, ini ditujukan untuk membeli motor, rumah, tanah serta biaya anak sekolah.
“Kemudian Pinjaman Kepemilikan Rumah, pinjaman ini ditujukan khusus untuk beli rumah maupun bangun rumah anggota. Waktu pengembaliannya bisa sampai 6 tahun. Adapun seluruh pinjaman bagi anggota maksimal Rp.100 juta,”ujarnya sambil menambahkan bahwa koperasinya memiliki program  Dana Kesejahteraan.
Menyikapi persaingan usaha, suami Hissa Simaremare ini mengatakan, di era global seperti sekarang ini usaha apapun tidak bisa dilepaskan dari persaingan. Tinggal bagaimana caranya  menempatkan persaingan itu sebagai tantangan yang harus dikalahkan.
“Karena itu kami selalu berusaha meningkatkan pelayanan prima dengan pelayanan yang mudah dan cepat. Sementara produk-produk simpanan disesuaikan dengan kebutuhan anggota dan dinilai memiliki nilai jual dan daya tarik, nilai tambah dan nilai manfaat kepada anggota. Sedangkan produk simpanan dan pinjaman yang menjadi unggulan tetap dievaluasi setiap tahun, untuk perlu tidaknya melakukan inovasi.”
Selain itu terus meningkatkan SDM, guna memperoleh tenaga yang terampil lewat pendidikan khusus untuk karyawan. Juga melakukan pembenahan dan memanfaatkan sistem teknologi informasi, seperti on line, yang kini sedang mempersiapkan data base berbasis website sehingga anggota dapat melihat atau mengecek simpanan dan pinjaman melalui internet. Serta membuka informasi lain tentang perkembangan Kopdit CU Harapan Kita,” kata ayah dari empat anak ini.
Karena koperasi ini mempunyai tujuan untuk kesejahteraan anggota, dan kesejahteraan itu bisa terwujud tidak saja karena adanya modal yang kuat tapi juga didukung perubahan paradigma anggota, maka Kopdit selalu melakukan pendidikan dan pendampingan usaha anggota agar mau merubah pola hidup dan pengelolaan ekonomi rumah tangga.“Maka Kopdit juga mengedepankan prinsip pada anggota, dengan Simpan dengan Teratur, Pinjam dengan Bijaksana dan Angsur Tepat waktu,” papar-nya. Ia menambahkan bahwa kesejahteraan itu sesungguhnya bukan saja dari besarnya SHU, tetapi sejauh mana Kopdit bisa memberikan manfaat bagi anggotanya.
Ke depan, lulusan Fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Muhammadiyah Medan ini memiliki cita-cita bisa masuk 10 besar Koperasi Kredit se-Indonesia. Hal tersebut merupakan Renstra koperasi, yang program-programnya telah ditetapkan dengan membuka kantor pelayanan 1 unit per tahun di Medan.
“Di Kota Medan sendiri ada 21 Kecamatan, kantor operasionalnya masih di 6 kecamatan. Kita targetkan setiap tahunnya harus bisa merekrut 10% penduduk Medan menjadi anggota koperasi. Artinya, dalam 5 tahun kedepan, jumlah anggota bertambah 200.000 dari posisi semula 26.000,” harapnya. Ia berharap Kopdit CU Harapan Kita Belawan bisa menjadi Lembaga Keuangan  yang handal, terpercaya dan kuat di tengah-tengah persaingan global AFTA dan CAFTA.    Adi/Tono

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Refresh Image

*

You may use these HTML tags and attributes: